Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2012

Oleh: Abu Mujahidah al-Ghifari, Lc

Di antara sifat manusia adalah berbuat salah. Tidak ada manusia yang sempurna tanpa kesalahan. Kesempurnaan hanyalah milik Alloh ta’ala maha pengampun lagi maha penyayang. Dia mengampuni dosa-dosa hamba-Nya jika hamba yang berbuat dosa tersebut bertaubat kepada Alloh dengan sebenar-benarnya. dan sebaik-baik manusia yang berbuat salah adalah manusia yang bertaubat dari keselahannya dengan taubat nasuha. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Oleh: Abu Mujahidah al-Ghifari, Lc.

Tatakala banyak orang-orang a’jam (orang-orang  asing selain arab) berbicara dangan lafadz zindik dan (perkataan) itu menyebar luas di kalangan ahli fiqih. Maka, perihal perihal orang-orang zindik mulai diperbincangkan. Apakah taubatnya di terima atau tidak jika secara dzohir dia diketahui kezindikannya dan menyerahkannya ke waliyul amr (pemimpin pemerintahan islam) atau tidak sebelum orang zindik itu bertaubat? (lebih…)

Read Full Post »

Hukum Gambar dan Melukis Abu MujahidahDisusun oleh: Ust. Dr. Muhamad Sarbini, M.H.I. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda, “Setiap pelukis (makhluk bernyawa) di neraka dijadikan untuknya bagi setiap gambar yang dia lukis jiwa yang tersiksa karenanya di neraka Jahannam.” (H.R. Muslim)

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam menegaskan, “Manusia yang paling berat siksaannya adalah mereka yang menandingi dalam ciptaan Allah.” (H.R Bukhari dan Muslim).

Sementara gambar yang tidak bernyawa dibolehkan berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bahwa Allah subhanahu wata’ala berfirman (yang artinya), “Dan Siapakah manusia yang paling dzalim daripada orang yang berusaha menciptakan suatu ciptaan seperti ciptaan-Ku, hendaklah menciptakan jagung atau menciptakan biji-bijian atau menciptakan gandum.” (H.R. Bukhari dan Muslim). (lebih…)

Read Full Post »

Hukum Menghina Rasulallah Abu MujahidahRosululloh sholallohu alaihi wasalam telah menghadapi berbagai macam cobaan dalam dawkahnya sejak ia mengemban risalah dienulloh ini padahal sebelumnya ia adalah orang yang paling disukai oleh masyakatnya karena kejujuran dan kepribadian beliau yang sangat agung, akan tetapi beliau mendapatkan permusuhan sejak diangkat menjadi nabi dan orang-orang kafir dan munafiq terus berusaha dengan segala cara. (lebih…)

Read Full Post »

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً. رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata, Saya mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda, Allah ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepadaku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan.” (Riwayat Tirmidzi dan dia berkata: haditsnya hasan shahih). (lebih…)

Read Full Post »

عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعاً لِمَا جِئْتُ بِهِ. حَديثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ وَرَوَيْنَاهُ فِي كِتَابِ الْحُجَّة بإسنادٍ صحيحٍ

Dari Abu Muhammad Abdillah bin Amr bin ‘Ash radhiallahuanhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa “ (Hadits hasan shahih dan kami riwayatkan dari kitab Al Hujjah dengan sanad yang shahih). (Hadits ini tergolong dha’if. Lihat Qawa’id Wa Fawa’id minal Arba’in An-Nawawiyah, karangan Nazim Muhammad Sulthan hal. 355, Misykatul Mashabih takhrij Syekh Al Albani, hadits no. 167, juz 1, Jami’ Al Ulum wal Hikam oleh Ibn Rajab). (lebih…)

Read Full Post »

عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ. وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ. رواه البخاري

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundak saya seraya bersabda: “Hiduplah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara“, Ibnu Umar berkata: “Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu.” (Riwayat Bukhari). (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »