Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2014

HasadDalam sejarah manusia, hasad terbukti sebagai penyakit hati yang sangat berbahaya. Hasad, menyebabkan salah satu anak Nabi Adam alaihissalâm membunuh saudaranya, saudara-saudara Nabi Yusuf alaihissalâm membuat makar, yaitu ingin membunuhnya dengan melemparkan beliau ke dalam sumur yang gelap, dan hasad merupakan salah satu sebab kekafiran orang-orang Yahudi dan Nashrani, mereka mengklaim bahwa mereka lebih berhak mendapatkan risâlah nubuwwah karena merasa manusia pilihan bukan Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang berasal dari bangsa Arab, dan ini bahaya yang terbesar dari hasad jika menjadi sebab seseorang tidak menerima kebenaran. (lebih…)

Read Full Post »

Tamak dan Rakus terhadap DuniaTamak terhadap harta dunia merupakan salah satu penyakit hati yang sangat membahayakan kehidupan manusia. Tamak adalah sikap rakus terhadap harta dunia tanpa melihat halal dan haramnya. Tamak bisa menyebabkan timbulnya sifat dengki, permusuhan, perbuatan keji, dusta, curang, dan bisa menjauhkan pelakunya dari ketaatan, dan lain-lain.

Ibnu al-Jauzi rahimahullah berkata, “Jika sifat rakus dibiarkan lapas kendali maka ia akan membuat seseorang dikuasai nafsu untuk sepuas-puasnya. Sifat ini menuntut terpenuhinya banyak hal yang menjerumuskan seseorang ke liang kehancuran.”[i] (lebih…)

Read Full Post »

Hukum Berdiam di Masjid Bagi Wanita HaidhWanita dalam Islam sangat dimuliakan. Surat al-Nisa yang berarti wanita dalam al-Qur’an salah satu bukti bahwa Islam memberikan perhatian khusus untuk wanita. Secara umum hukum-hukum di dalam Islam untuk orang-orang beriman, baik laki-laki maupun wanita. Jika terdapat hukum khusus untuk laki-laki atau wanita maka Islam telah memberikan penjelasannya. Salah satu kekhususan wanita dan memiliki hukum khusus adalah haidh.

Diantara hukum terkait dengan haidh adalah hukum berdiam di dalam masjid ketika sedang haidh. Mayoritas ulama mengqiyaskan apa-apa yang dilarang bagi seorang yang junub maka dilarang pula bagi yang sedang haidh. (lebih…)

Read Full Post »

Fikih Pengobatan IslamiRasa sakit adalah salah satu bentuk ujian dari Allah Ta’ala. Sabar menyikapi segala macam penyakit yang menimpa dengan tetap berprasangka baik kepada Allah akan mengangkat derajat dan menghapus dosa seorang hamba. Akan tetapi, kesalahan dalam menyikapi ujian berupa penyakit dapat merusak keagamaan seseorang.

Sakit yang menimpa manusia membuktikan bahwa manusia butuh kepada Allah Ta’ala yang berkuasa atas hamba-hamba-Nya. Dialah Allah yang berhak memberi manfaat dan mudharat kepada makhluk-Nya. Manusia yang membutuhkan manfaat dan perlindungan dari mudharat harus meminta kepada-Nya. Di antara rahmat Allah Ta’ala atas hamba-hamba-Nya, Dia tidaklah menurunkan penyakit di muka bumi ini melainkan Dia turunkan pula obat penawarnya. (lebih…)

Read Full Post »

Hukum Syarat Tidak Menikah LagiCinta adalah fitrah manusia. Saling mengasihi merupakan bukti dari ketulusan cinta seseorang. Berkorban dan berusaha saling membahagian adalah konsekuensi dari ketulusan cinta. Cinta yang sejati adalah cinta yang dibangun karena dan untuk Alloh Ta’ala. Maka, jalinan cinta sesama makhluk tidak boleh menodai keridhoan Rabbul alamin. Kesetiaan sebagai tanda-tanda dari keikhlasan cinta bukan berarti melanggar aturan Allah Ta’ala yang tidak diridhoi-Nya, Misalnya janji pasangan suami istri yang tidak mau menikah lagi setelah salah satu dari keduanya meninggal dunia. Janji yang seperti ini tidak dibenarkan dalam Islam karena menyelelisihi fitroh manusia dan sunnah Rosululloh sholallohu alaihi wasalam. (lebih…)

Read Full Post »

Hukum Cerai Tanpa SebabKebahagiaan lahir dan batin adalah dambaan suami istri dalam membangun rumah tangga. Masing-masing pasangan suami istri dituntut untuk saling berbuat demi kebahagiaan pasangannya. Namun, memang terkadang ada hal yang menggangu harapan tersebut. Tatkala permasalahan sukar untuk diselesaikan dan menimbulkan penderitaan, maka Islam membolehkan talak sebagai solusi pasangan suami istri untuk menyelesaikan kemelut problematika rumah tangga.

Jika yang yang menginginkan perpisahan adalah seorang istri, maka boleh baginya untuk mengajukan talak pada suami yang disebut dengan khulu’ dengan alasan syar’i. Khulu’ ini diambil manakala benar-benar berlandaskan alasan syar’i, namun jika sang istri meminta khulu’ tanpa alasan maka ini sangat diarang dalam Islam. (lebih…)

Read Full Post »