Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari 30th, 2015

Istighosah

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Istigotsah artinya berdoa memohon kepada Alloh Ta’ala pada saat-saat sulit dan kritis agar dihindarkan oleh Alloh Ta’ala dari situasi kritis tersebut. Yang sering terjadi di masyarakat adalah istigotsah tersebut dilakukan secara jama’i (bersama-sama) dan dipimpin oleh seorang ustadz atau kyai. Para peserta yang ikut dalam acara tersebut secara bersama-sama mengulangi dzikir-dzikir yang dilantunkan oleh sang ustadz.

Cara istigotsah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Rosululloh sholallohu alaihi wasallam. Yang dilakukan oleh Rosululloh sholallohu alaihi wasallam ialah beristigotsah (memohon kepada Alloh Ta’ala) dengan sungguh-sungguh. Seperti ketika menjelang perang Badar, yaitu malam harinya, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam dan para sohabatnya secara sendiri-sendiri beristigotsah memohon dengan sungguh-sungguh kepada Alloh Ta’ala agar dimenangkan dalam menghadapi tentara Quraisy yang jumlahnya berlipat-lipat dari jumlah kaum muslimin. Tetapi, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam tidak pernah melakukannya secara berjama’ah. Beliau juga tidak mengajarkan lafaz-lafaz dzikir tertentu dalam beristigotsah. Ini semua termasuk bid’ah. Ini jika istigotsah tersebut ditujukan kepada Alloh Ta’ala. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Ruwatan

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Ritual ruwatan adalah sebuah upacara yang diadakan untuk menghilangkan kesialan. Menurut kepercayaan masyarakat Jawa ada orang-orang tertentu yang memiliki tanda-tanda kesialan di antaranya: anak tunggal laki-laki, anak tunggal perempuan, dua bersaudara laki-laki dan perempuan, dua bersaudara laki-laki, dua bersaudara perempuan, lima bersaudara laki-laki (pendawa), lima bersaudara perempuan (nga-yomi), dan anak yang lahir pada saat matahari terbenam (julung wangi) atau ketika matahari tepat di atas kepala (pangayam ayam). (lebih…)

Read Full Post »

Memasang Penolak Bala

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Setiap muslim wajib meyakini bahwa hanya Alloh Ta’ala sajalah Yang sanggup memberikan manfaat atau menolak suatu bala’. Tidak ada selain-Nya yang sanggup melakukan hal tersebut. Sedangkan cara-cara untuk meno-lak bala’ telah diajarkan secara rinci oleh Rosululloh sholallohu alaihi wasallam. Di antaranya adalah dengan membaca dzikir-dzikir tertentu yang telah diajarkan oleh Rosululloh sholallohu alaihi wasallam k-pada umatnya, seperti: Membaca surat al-Iklas, al-Falaq dan an-Nâs tiga kali di waktu pagi dan sore. (lebih…)

Read Full Post »