Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2016

abu-mujahidah_bentuk-bentuk-ikut-serta-merayakan-hari-raya-orang-kafirHukum ikut serta merayakan hari raya orang kafir telah gamblang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan As Sunnah.Allah ta’ala berfirman:

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ ﻳَﺸْﻬَﺪُﻭﻥَ ﺍﻟﺰُّﻭﺭَ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻣَﺮُّﻭﺍ ﺑِﺎﻟﻠَّﻐْﻮِ ﻣَﺮُّﻭﺍ ﻛِﺮَﺍﻣًﺎ

“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kebohongan, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al-Furqan: 72)

Para ulama tabi’in menjelaskan makna kalimat “Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kebohongan…” adalah tidak menyaksikan atau menghadiri hari raya orang Musyrik, ini adalah tafsiran Muhammad bin Sirin, Mujahid, Rabi’ bin Anas, Ikrimah dan lainnya.

Ketika telah jelas hukum menghadiri atau ikut serta dalam perayaan hari raya orang kafir, maka melakukan berbagai bentuk yang menyerupai keikut sertaan dalam perayaan mereka pun dilarang. Di antaranya adalah: (lebih…)

Read Full Post »

ALEPPO SURIAH

ALEPPO SURIAH

Ummat Islam adalah bersaudara. Baik ia orang Arab maupun bukan. Baik ia berkulit hitam maupun berkulit putih. Di mana pun ia tinggal. Di zaman kapan pun ia hidup. Selama beriman kepada Allah S.W.T. maka ia adalah saudara kita. Dukanya adalah duka kita. Sedihnya adalah kesedihan kita. Sengsaranya adalah kesengsaraan kita. Karena sesama muslim seperti satu tubuh yang jika anggota badan ada yang sakit maka seluruh tubuh merasakannya.

Saat ini, kita mendengar dan melihat berita pembantaian yang menimpa umat Islam di berbagai negara. Khususnya umat Islam di Rohingya dan Aleppo Suriah. Pada kesempatan yang mudah-mudahan diberkahi Allah S.W.T. ini, mari sejenak kita sedikit merasakan kondisi saudara-saudara kita yang sedang ditindas oleh rezim pengikut Iblis. (lebih…)

Read Full Post »

realita-kemunafikan-di-zaman-nabi

MIMBAR HADITS

Pengingkaran kepada Alloh S.W.T. dan Rosul-Nya S.A.W. dengan tidak beriman kepadanya merupakan perbuatan kufur. Pelakunya jelas tidak dikatakan sebagai orang yang beriman. Sebab status mukmin hanya diberikan bagi mereka yang mengimani Alloh S.W.T. dan Rosul-Nya serta rukun iman lainnya. Jika ada seorang hamba keadaannya demikian hingga meninggal dunia, maka ia bukanlah seorang mukmin dan ia calon penduduk Neraka. Adapun seorang hamba yang mengimani Alloh S.W.T. dan Rosul-Nya S.A.W. serta rukun iman lainnya, maka ia adalah seorang mukmin yang hakiki.

Adapula yang secara lisan mengaku telah beriman, namun di dalam hatinya tidak beriman. Sikap ini tentu bertolak belakang antara lisan dan perbuatannya dengan apa yang ia yakini. Dalam Islam, kondisi seperti itu disebut dengan istilah nifak dan pelakunya disebut orang munafik. Dalam beberapa literatur akidah Islam disebutkan bahwa nifak adalah menampakan keislaman dan kebaikan serta menyembunyikan kekafiran dan keburukan. (lebih…)

Read Full Post »