Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Catatan Materi Dakwah’ Category

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Rasul adalah manusia yang diberi wahyu oleh Allah Ta’ala dengan membawa syariat baru. Sedangkan nabi adalah manusia yang diberi wahyu oleh Allah Ta’ala dengan mengusung syariat nabi sebelumnya. Nabi dan rasul sama-sama diwajibkan mendakwahkan wahyu dari Allah Ta’ala. Setiap rasul adalah nabi, tapi seorang nabi belum tentu rasul.

Dalil-dalil al-Qur’an yang menunjukan akan kenabian Muhammad S.A.W. sangat banyak, di antaranya firman Allah Ta’ala sebagai berikut:

وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya  dan Allah mengetahui sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah para pendusta.” (QS. al-Munafiqun [63]: 1)[1] (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Syahadat La ilaha illallah mempunyai banyak nama yang menunjukkan makna dan hakikatnya, di antaranya: Kalimah al-Tauhid (kata pengesaan), Kalimah al-Ikhlash (kata keikhlashan), Kalimah al-Syahadah (kata persaksian), dan Syahadah al-Haq (persaksian kebenaran).[1]

Banyak ayat-ayat dan hadits yang menyebutkan secara langsung kalimat syahadat La ilaha illallah. Ini menunjukan bahwa syahadat La ilaha illallah memiliki peran penting dalam agama Islam ini baik secara lafadz maupun makna yang terkandung di dalamnya. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Inti ajaran Islam adalah tauhid dan itiba’. Dua kalimat yang merangkum makna tauhid dan itiba’ dijadikan sebagai syarat sah orang kafir yang hendak memeluk Islam. Ungkapan keimanan tersebut dinamakan dengan syahadat, yaitu ungkapan yang diyakini seseorang dalam hatinya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat yang sudah diketahui.

Dua kalimat syahadat tersebut adalah:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

“Aku bersaksi bahwa tidak ada tidak Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah Ta’ala.”

Kedudukan syahadat dalam Islam merupakan prinsip yang sangat mendasar, sehingga dijadikan sebagai syarat sah jika seseorang ingin bertaubat masuk Islam. (lebih…)

Read Full Post »

Rukun Islam

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Syariat Islam memiliki lima pondasi dasar agama yang disebut dengan rukun Islam. Rukun disebut dengan asas, dasar, sendi, tiang penopang dan sandaran. Ibarat sebuah rumah, Rukun Islam merupakan tiang-tiang atau penyangga bangunan keislaman seseorang. Jadi yang disebut dengan rukun Islam adalah dasar syariat agama Islam.

Imam Abu Abbas al-Qurthubi menjelaskan bahwa lima rukun Islam ini adalah dasar agama Islam dan pondasinya yang dibangun di atasnya segala sesuatu.[1]

Imam al-Nawawi menjelaskan juga bahwa orang yang menjalankan lima rukun Islam tersebut maka Islamnya telah sempurna, sebagaimana halnya sebuah rumah memiliki lima pondasi yang sempurna, dan lima rukun Islam digambarkan sebagaimana halnya sebuah bangunan nyata, di mana jika salah satu pondasinya roboh maka bangunan tersebut tidaklah akan sempurna.[2] (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Allah Ta’ala mengutus para nabi dan menurunkan kitab-kitab-Nya untuk membimibng umat manusia agar senantiasa dalam fitrahnya yaitu mentauhidkan Allah Ta’ala. Ajaran-ajaran yang disampaikan para nabi seluruhnya berasal dari Allah Ta’ala. Dia-lah yang berkuasa menetapkan dan merubah rincian hukum yang harus dijalankan hamba-hamba-Nya.

Ajaran agama Islam yang diusung para nabi, ada yang sama dan adapula yang berbeda. Ajaran yang sama dan tidak berbeda yaitu terkait prinsip-prinsip dasar akidah, sedangkan ajaran yang berbeda yaitu terkait rincian praktek ibadah kepada Allah Ta’ala yaitu dalam masalah syariat-Nya.[i]

Ditinjau dari segi bahasa, akidah berasal dari kata al-Aqd (العقد) yang berarti ikatan, memintal, menetapkan, menguatkan, mengikat dengan kuat, berpegang teguh, yang dikuatkan, meneguhkan, dan yakin. Adapun makna akidah secara umum, mencakup di dalamnya akidah Islam dan akidah di luar Islam yang menyimpang yaitu hal-hal yang wajib dibenarkan oleh hati, dan jiwa merasa tentram kepadanya, sehingga menjadi keyakinan kukuh yang tidak tercampur oleh keraguan.[ii] (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Untuk menyelamatkan peribadatan umat manusia dan menjauhkan mereka dari segala praktek kesyirikan maka Allah Ta’ala mengutus para nabi dan rasul di setiap zamannya. Seluruh nabi dan rasul tersebut sama-sama menganut dan mendakwahkan agama Islam, dari rasul pertama hingga rasul terakhir.

Nabi Nuh a.s. adalah rasul pertama yang diutus pada saat kepada umat manusia. Beliau diutus tatkala terjadi kesyirikan pertama melanda. Sejak zaman Nabi Adam a.s. sampai Nabi Nuh a.s. umat manusia berada di atas agama Islam. Kesyirikan tersebut terjadi karena mereka meninggalkan syariat para nabi mereka, sehingga Nabi Nuh a.s. diutus untuk mendakwahkan umatnya agar kembali memurnikan ibadah hanya kepada Allah Ta’ala.[i] (lebih…)

Read Full Post »

Memahami Makna Agama Islam Abu Mujahidah

MIMBAR HADITS

Dalam bahasa Indonesia, maksud dinul Islam adalah agama Islam. ad-Din diartikan agama. Sedangkan arti agama berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Sebutan agama jika tidak digandengkan dengan kata Islam mencakup seluruh agama, baik agama yang benar maupun yang batil. Di dunia ini, agama yang dianut oleh umat manusia cukup banyak. Di Indonesia saja, untuk saat ini ada enam agama yang diakui dan diridhai oleh pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha dan yang terbaru Konghuchu. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »