Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Studi Fikih Muamalah’ Category

Harta merupakan ujian bagi manusia. Ia bisa memuliakan dan bisa menghinakan. Hal ini tergantung bagaimana pemilik harta menggunakannya. Apakah harta tersebut digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah S.W.T. atau sebaliknya justru membuatnya lalai. Harta yang dibelanjakan di jalan kebaikan akan mengantarkan seseorang meraih kemuliaan dan harta yang melalaikan seseorang dari Allah S.W.T. hanya membuat pemiliknya menjadi orang-orang yang hina. Inilah makna harta sebagai ujian bagi manusia.. Allah S.W.T. berfirman:

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

“Ketahuilah bahwa harta dan anak-anak kalian itu hanyalah sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. al-Anfal [8]: 28)

رَوَي التِّرْمِذِيُّ عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ

Al-Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Ka’ab ibn Iyadh bahwa Nabi S.A.W. bersabda, “Sesungguhnya masing-masing umat itu memiliki fitnah dan fitnah ummatku adalah harta.” (HR. al-Tirmidzi) (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Cara memperoleh harta dengan benar adalah salah satu cara mendapatkan harta yang halal. Ada beberapa cara yang dibenarkan dalam memperoleh harta, di antaranya:

1. Kepenguasaan Terhadap Harta-harta Mubah.

Pada dasarnya seluruh ciptaan Allah Ta’ala di dunia ini untuk manusia, baik di daratan, lautan maupun di udara. Harta tersebut boleh menjadi hak milik seseorang selama belum ada yang memilikinya. Harta yang telah dimiliki oleh seseorang atau lembaga hukum tertentu akan menjadi milik orang lain dengan cara yang dibenarkan dalam Islam seperti bekerja, hadiah, warisan dan jual beli.

Penguasaan harta yang belum dimiliki seseorang menjadi sebab kepemilikan sebuah harta. Harta tersebut akan menjadi hak milik dengan cara hasil usaha bukan berdasarkan pengakuan lisan. Contoh pengusaan harta yang menjadi sebab hak milik adalah membudidayakan tanah mati tanpa pemilik, berburu dan menangkap ikan di lautan. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Harta yang halal adalah rezeki yang akan diberkahi Allah Ta’ala dan bermanfaat dunia akherat. Dampak positif dari harta halal bisa dirasakan oleh setiap individu, keluarga dan bahkan masyarakat. Kebalikan dampak positif harta halal berarti adalah dampak negatif dari harta haram.

1. Harta Halal Mendorong Beramal Shalih

Allah Ta’a berfirman:

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

“Wahai para Rosul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Mu’minun [23]: 51)

Imam Ibnu Katsir rahimahulloh menjelaskan bahwa Allah Ta’ala pada ayat ini memerintahkan para Rasul ‘alaihimussalaam agar makan makanan halal, dan beramal shaleh. Disandingkannya dua perintah ini mengisyaratkan bahwa makanan halal adalah pembangkit amal shaleh, dan sungguh mereka benar-benar telah mentaati kedua perintah ini.[i] (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Tamak terhadap harta dunia merupakan salah satu penyakit hati yang sangat membahayakan kehidupan manusia. Tamak adalah sikap rakus terhadap harta dunia tanpa melihat halal dan haramnya. Tamak bisa menyebabkan timbulnya sifat dengki, permusuhan, perbuatan keji, dusta, curang, dan bisa menjauhkan pelakunya dari ketaatan, dan lain-lain.

Ibn al-Jauzi rahimahullah berkata, “Jika sifat rakus dibiarkan lapas kendali maka ia akan membuat seseorang dikuasai nafsu untuk sepuas-puasnya. Sifat ini menuntut terpenuhinya banyak hal yang menjerumuskan seseorang ke liang kehancuran.”[i]

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Seorang hamba akan merasa merdeka selagi ia qana’ah dan orang merdeka akan menjadi budak selagi ia tamak.”[ii] Beliau juga berkata, “Ketamakan membelenggu leher dan memborgol kaki. Jika belenggu hilang maka borgolpun akan hilang dari kaki.”[iii] (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Tidak ada penciptaan Allah Ta’ala yang Dia ciptakan dengan sia-sia tanpa hikmah dan tujuan. Manusia diciptakan Allah Ta’ala dengan tujuan memurnikan ibadah kepada-Nya. Begitupula langit dan bumi serta seluruh isinya diciptakan oleh Allah Ta’ala, diantaranya agar manusia tunduk, taat, bersyukur dan menggunakan fasilitas hidup tersebut untuk memaksimalkan ubudiyyah-nya kepada Allah Ta’ala semata.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.” (QS. al-Anbiya: 16)

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا

Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa batil tanpa hikmah.” (QS. Shaad: 27)

Begitu pula dengan harta benda yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia, agar manusia bersyukur kepada-Nya. Manusia yang menyadari akan keberadaan dan hakekat harta maka dia tidak akan menjadi budak dan hamba harta tapi ia menggunakannya untuk ibadah kepada Rabb alam semesta. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Manusia diciptakan oleh Allah Ta’ala dengan memiliki kecenderungan mencintai harta benda. Kebutuhan manusia terhadap harta memang tidak dapat dipisahkan. Harta dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, memaksimalkan pelaksanaan ‘ubudiyah, dan salah satu sarana meraih kebahagiaan di dunia dan akherat. Pada hakekatnya, harta yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia bertujuan memaksimalkan tujuan hidup manusia yaitu mewujudkan peribadatan kepada Allah Ta’ala.

Harta bagaikan pisau bermata dua. Harta dapat dipakai untuk membangun, memperbaiki, memperindah, membuat semarak, menggemberikan, mengakrabkan, dan banyak hal sifat positif. Sebaliknya, harta juga bisa merusak, merobohkan, menyengsarakan, memutuskan hubungan kekerabatan, pertempuran, pembunuhan, fitnah dan keburukan lainnya.[i]

Oleh karenanya, Islam mengatur manusia dalam mencari harta benda. Harta yang boleh dikonsumsi adalah harta yang baik lagi halal, yaitu harta yang dzatnya, cara memperolehnya dan mengalokasikannya sesuai dengan panduan syariat Islam. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Syariat Islam yang mengatur tentang hukum dan tata cara bermuamalah pada hakekatnya demi kemaslahatan manusia. Memberikan perhatian terhadap syariat tersebut merupakan bentuk ibadah seorang hamba kepada Rabb-Nya Allah Ta’ala. Hendaknya seorang muslim benar-benar memperhatikan panduan Islam dalam bermuamalah. Berikut rambu-rambu umum syariat Islam dalam bermuamalah:

1. Berilmu sebelum beramal

Salah satu pintu besar kesalahan seseorang dalam melakukan transaksi muamalah adalah disebabkan kebodohannya akan suatu hukum. Diutusnya para Nabi dan Rasul serta diturunkannya kitab suci untuk membimbing ummat manusia dalam menjalani aktifitas hidupnya. Ketika seseorang mengabaikan panduan hidup dari Rabb-Nya atau tidak mengetahuinya maka dia akan menjalani aktifitas hidupnya tanpa aturan yang jelas dan benar, dan ini adalah pintu kesalahan seseorang. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »