Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Mutiara Tadabur Islami’ Category

Banyak sekali peristiwa sejarah yang dilupakan kaum muslimin sendiri di bulan Sya’ban. Semoga dengan mengingat peristiwa sejarah ini mampu membangkitkan semangat kita dalam beribadah kepada Allah. Di antara peristiwa besar yang pernah terjadi di bulan Sya’ban di antaranya:

1. Sebagian ulama tarikh mennyebutkan bahwa pada Sya’ban tahun ke-2 hijriah, Allah Kabulkan keinginan Nabi tentang perpindahan kiblat dari Masjid al Aqsa di Palestina menuju Masjid al Haram di Makah. Inilah syariat pertama yang di naskh/diamandemen di dalam Islam oleh Allah subhanahu wata’ala.

2. Pada Sya’ban tahun ke-2 H disyariatkan adzan di dalam Islam dan Bilal bin Robbah resmi diangkat menjadi muadzin Rosulullah di Madinah. Jadi, hampir 14 abad adzan berkumandang di muka bumi dan tidak akan terhenti hingga hari kiamat insyaallah.

3. Pada Sya’ban tahun ke-2 H, Allah turunkan syariat zakat dan puasa Romadhan. Akan tetapi di bulan Ramadhan tahun ke-2 H kaum muslimin menghadapi perang badar sehingga Nabi memerintahkan para sahabatnnya untuk berbuka puasa. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

abu-mujahidah_bentuk-bentuk-ikut-serta-merayakan-hari-raya-orang-kafirHukum ikut serta merayakan hari raya orang kafir telah gamblang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan As Sunnah.Allah ta’ala berfirman:

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ ﻳَﺸْﻬَﺪُﻭﻥَ ﺍﻟﺰُّﻭﺭَ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻣَﺮُّﻭﺍ ﺑِﺎﻟﻠَّﻐْﻮِ ﻣَﺮُّﻭﺍ ﻛِﺮَﺍﻣًﺎ

“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kebohongan, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al-Furqan: 72)

Para ulama tabi’in menjelaskan makna kalimat “Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kebohongan…” adalah tidak menyaksikan atau menghadiri hari raya orang Musyrik, ini adalah tafsiran Muhammad bin Sirin, Mujahid, Rabi’ bin Anas, Ikrimah dan lainnya.

Ketika telah jelas hukum menghadiri atau ikut serta dalam perayaan hari raya orang kafir, maka melakukan berbagai bentuk yang menyerupai keikut sertaan dalam perayaan mereka pun dilarang. Di antaranya adalah: (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Seringkali kita mendapati seseorang bergelimang bahkan terendam dalam karunia Alloh Ta’ala. Harta mereka melimpah, rumahnya megah, mobilnya mewah, perabotannya serba ‘wah’, serta kekayaan tersebut mungkin tidak habis jika dibagi tujuh turunan. Namun, kebahagian hidup tidak kunjung menghampiri kehidupannya. Mereka menjalani kehidupan dalam kekeringan dan kehambaran, ibarat tikus mati di lumbung padi. Begitulah kondisi kehidupannya. Mereka sangat kehausan, kekeringan, dan kegersangan di tengah derasnya mata air karunia Alloh Ta’ala yang mengucur tiada henti. Kenikmatan yang seharusnya dinikmati, justru menggiring mereka kepada lembah kesengsaraan dan penderitaan.

Malam yang seharusnya beristirahat, justru gelisah, galau, dan penat. Hati yang seharusnya qonaah, malah sempit dan tambah serakah. Itulah siksaan batin yang seringkali tidak disadari oleh mereka yang diguyur dengan nikmat dunia yang tidak berkah. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Saat ini masyarakat kita sedang dilanda krisis dekadensi ketidakjujuran. Mulai dari rakyat kelas bawah hingga pejabat teras banyak meninggalkan nilai kejujuran dalam hidupnya. Tidak sedikit orang yang mengelus dada karena kejujuran tidak lagi dijunjung tinggi dalam kehidupan. Ambisi harta, tahta, wanita, dan popularitas seringkali mengikis kejujuran seseorang. Kepentingan masyarakat dan bangsa juga tidak jarang digadaikan demi kepentingan pribadi atau kelompok. Mereka tidak sadar bahwa ketidakjujuran merupakan pintu gerbang kehancuran peradaban.

Kejujuran yang Memudar

Fenomena ketidakjujuran yang memudar memang begitu terlihat di berbagai bidang kehidupan. Mulai dari dunia politik, hukum, ekonomi, pendidikan, media massa, bahkan sosial budaya. Orang yang benar-benar jujur begitu langka di zaman kita. Mereka dihadapkan dengan realita yang penuh dengan tantangan. Mereka harus berjuang melawan arus ketidakjujuran yang membudaya. Sungguh satu tantangan yang luar biasa hidup memegang kejujuran. Hanya orang-orang yang dirahmati Alloh Ta’ala saja yang eksis memegang kejujuran di tengah zaman yang penuh kepalsuan. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Jika kita mengingat nikmat Alloh Ta’ala, maka tidak akan pernah kita bisa menghitungnya. Secanggih dan semodern apapun piranti yang kita gunakan, tetap saja tidak mampu mengkalkulasi nikmat Alloh kepada hamba-Nya. Sampai seandainya kita mengumpulkan jumlah pasir di muka bumi, atau menjadikan air tujuh lautan sebagai tinta untuk menulis nikmat Alloh Ta’ala,, niscaya tidak akan pernah bisa menghitungnya.  Maha Suci Alloh Ta’ala yang tidak terbatas nikmat-nikmat-Nya.

Akan tetapi manusia seringkali lalai dengan selaksa nikmat tersebut. Kebanyakan mereka memaknai nikmat hanya sebatas kekayaan, jabatan atau wanita saja. Oleh karena itu kita dapati banyak sekali manusia yang kufur atau mengingkari nikmat Alloh Ta’ala. Hanya orang yang dirahmati Alloh Ta’ala saja yang pandai bersyukur terhdap nikmat Alloh Ta’ala. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Di dalam kehidupan ini, banyak sekali noda-noda yang mengotori hati dan kehidupan kita. Setiap kali kita melangkah, semakin jauh pula kita berjalan menyusuri epidsode kehidupan. Kita pun seringkali mendapati bahwa diri kita ‘rombeng’ dan berlumuran noda kehidupan. Cinta jabatan, gila sanjungan, ambisi kekuasaan, nafsu popularitas, sakit hati ketika tak dihargai dan sering memaksa orang lain untuk menghargai kita di atas kedudukan yang selayaknya.

Seringkali juga kita hidup hanya untuk diri kita, bukan untuk Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya. Egoisme kerapkali melupakan kita yang tercipta hanya untuk beribadah ikhlas kepada Alloh Ta’ala semata. Dunia yang tak berharga dari bangkai ini, menjadikan cita-cita tertinggi kita tertambat padanya. Sebaliknya, Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya yang harus kita agungkan, justru terkalahkan dengan pengagungan terhadap diri kita. Islam dan umat Islam yang harus kita bela mati-matian pun kalah dengan pembelaan diri kita saat dihinakan. Itulah noda-noda kehidupan yang harus kita tepis seiring perjalanan kita menuju ridho Alloh Ta’ala. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Pernahkah Anda melihat orang yang tinggal di samping masjid, setiap hari lima kali mendengar azan, menyaksikan orang lain sholat berjamaah, sehat jasmani dan ruhani, namun tidak mampu berangkat ke masjid? Pernahkah Anda melihat seorang yang berbadan kekar, kuat mengangkat berkilo-kilo beban, namun tak sanggup mengangkat sebutir paku atau duri di jalanan? Seringkah Anda menjumpai para pemuda berbadan gagah, sehat anggota badan, lincah naik turun bus dan angkot, namun tak malu-malu menengadahkan tangan kekarnya mengemis kepada ibu-ibu dan kaum wanita? Subhanallah, dimanakah keperkasaan mereka! Kenapa tak berdaya saat panggilan iman menyeru sanubarinya?

Pembaca yang dirahmati Alloh Ta’ala… tak mampu berbuat padahal raga sehat dan kuat. Tak sanggup berderma, padahal harta melimpah di mana-mana. Tak termotivasi dengan surga, padahal kenikmatannya abadi dan tak terkira. Itulah pertanda jiwa yang porak-poranda. Ya, jiwa yang redup dari cahaya mujahadah/kesungguhan. Jiwa yang ingin “merdeka” dan berleha-leha dari beban syariat padahal manusia diciptakan untuk berlelah-lelah di jalan-Nya. Itulah fenomena yang banyak terjadi saat ini. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »