Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Fikih Zakat Kotemporer’ Category

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Dari Abu Said Al-Khundri radhiallahu ‘anhu dia berkata, “Kami biasa memberikannya di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam satu sha’ dari makanan, atau satu sha’ dari sya’ir atau satu sha dari aqith, atau sha’ dari zabib. Ketika Mu’awiyah datang, dan dating pula samra’, beliau berkata, “Aku lihat satu mud dari yang ini sama dengan dua mud”. Abu Said berkata, “Adapun saya, maka saya tetap mengeluarkannya sebagaimana saya mengeluarkannya di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Syarah Hadits

Abu Said Al-Khundri radhiallahu ‘anhu mengabarkan, manusia biasa mengeluarkan zakat fitrah di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terdiri dari satu sha’ makanan. Lalu beliau menjelaskan makanan tersebut yaitu sya’ir, aqith, dan zabib. Dalam riwayat lain terdapat tambahan “dan kurma”. Keempat jenis makanan ini merupakan makanan mereka pada masa tersebut. Ketika telah banyak gandum dari Syam, dan ia cukup bermutu dalam pandangan manusia, baru Mu’awiyah datang ke Madinah di masa kekhilafahannya, entah dalam rangka haji atau umrah, maka beliau berkata, “Menurutku, satu mud dari gandum Syam sebanding dengan dua mud dari selainnya.” Artinya, setengah sha’ dari gandum Syam tersebut sudah mencukupi sebagai zakat fitrah. Akan tetapi Abu Said Al-Khundri radhiallahu ‘anhu mengingkari pendapat ini dan berkomitmen untuk terus mengeluarkan satu sha’ dari makanan apa saja. Sebagaimana beliau biasa keluarkan di masa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Dari Abdulloh bin Umar radhiallahu ‘anhu beliau berkata, “Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan sedekah fitrih atau mengatakan Ramadhan atas laki-laki dan perempuan, orang merdeka dan budak, satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari sya’ir (gandum).” Beliau berkata, “Orang-orang yang menyamakan dengannya setengah sha’ dari burr (gandum yang bagus) atas anak kecil dan orang dewasa.” Dalam lafadz lain, “Hendaknya ditunaikan sebelum manusia keluar menuju shalat.”

Syarah Hadits

Termasuk dari kesempurnaan syariat Islam dan keindahannya adalah diwajibkannya apa-apa yang bisa mensucikan jiwa, dan mewajibkan amalan-amalan yang menguatkan ikatan persaudaraan serta kasih saying. Di antara kaidah  yang tinggi ini ialah diwajibkannya zakat fitrah. Di dalam hadits di atas, Abdulloh bin Umar radhiallahu ‘anhu mengabarkan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan atas umatnya zakat fitrah di bulan Ramadhan, satu sha’ dari kurma, atau sya’ir. Ketika burr (gandum yang bagus)  burr sudah banyak beredar diantara manusia, sementara ia lebih berharga daripada keduanya, mereka melihat setengah sha’ sama dengan setengah sha’ kurma atau sya’ir. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Dari Abdulloh bin Zaid bin Ashim radhiallahu ‘anhu dia berkata, “ ketika Allah Ta’ala memberikan rampasan kepada Rasul-Nya pada perang Hunain, beliau shallallahu wa sallam membagikannya pada manusia dan muallaf ( mereka yang dibujuk hatainya), namun tidak memberikan sesuatupun kepada kaum Anshar. Sehingga mereka orang-orang Anshar mendapati sesuatu pada diri-diri mereka tidak mendapatkan seperti yang didapatkan manusia lainnya. Maka Nabi shallallahu wa sallam berkhutbah kepada mereka seraya bersabda, “ Wahai kaum Anshar, bukannkah saya mendapati kamu dalam keadaan tersesat lalu Allah menunjuki kamu dengan perantaraku, dan kamu berpecah belah lalu Allah menyatukan kamu dengan perantaraku, dan kamu dalam keadaan miskin lalu Allah menjadikan kamu kaya dengan perantaraanku?” Setiap kali beliau mengatakan sesuatu maka mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih besar pemberiannya”. Apa yang menghalangi kamu untuk menjawab Rasululloh shallallahu wa sallam?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih besar pemberiannya”. Beliau bersabda, “Sekiranya kamu mau, niscaya kamu akan mengatakannya, Engkau dating kepada kami dalam kondisi begini dan begitu. Tidahkah kamu ridha bila manusia pergi membawa kambing-kambing dan unta sementara kamu pergi membawa Rasululloh ke tempat-tempat kamu. Kalau bukan karena hijrah niscayasaya seseorang dari kalaangan Anshar. Sekiranya manusia menempuh satu lembah atau jalanke lreng bukit, niscaya saya akan menempuh lembah dan jalan orang-orang Anshar. Anshar adalah baju dalam dan manusia adalah baju luar. Sungguh kamu akan mendapati sesudahku sikap monopoli, maka hendaklah kamu bersabar hingga bertemu denganku di haudh (telaga). (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasululloh shallallahu wa sallam mengutus Umar radhiallahu ‘anhu untuk mengurus sedekah. Dikatakan bahwa, “Ibnu Jamil,  Kholid bin Walid, dan Al- Abbas paman Rasululloh tidak mau mengeluarkan zakat. Maka Rasululloh bersabda, “Tidak ada yang membuat Ibnu Jamil murka kecuali dahulu dia miskin kemudian Allah Ta’ala menjadikannya kaya. Adapun Kholid sungguh kamu telah menzholimi Khalid. Dia telah menyiapkan baju-baju besinya dan peralatannya untuk di jalan Allah. Sedangkan Abbas, maka ia menjadi tanggunganku dan yang sepertinya.” Kemudian beliau bersabda, “Wahai Umar, tidaklah engkau menyadari bahwa paman seseorang adalah pasangan bapaknya?.” (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu wa sallam bersabda, “Hewan ternak tidak dikenakan sanksi, sumur tidak dikenakan sanksi, tambang tidak dikenakan sanksi, dan pada harta terpendam seperlima.”

Syarah hadits

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengabarkan dari Nabi shallallahu wa sallam tentang hukum ganti rugi bagi sesuatu yang dirusak atau kekurangan yang terjadi, akibat perbuatan hewan, atau turun ke sumur, atau galian tambang. Beliau shallallahu wa sallam menjelaskan, segala kerusakan yang diakibatkan perbuatan hewan  tidak ada ganti rugi padanya atas seseorang, begitu pula kerusakan akibat sumur, seperti ketika seseorang turun kedalamnya lalu meninggal, atau galian tambang. Karena hewan, sumur dan tambang, tidak mungkin diminta ganti rugi, dan demikian pula pemiliknya, selama tidak ada unsur kesengajaan darinya atau kelalaian. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu wa sallam bersabda, “Tidak ada kewajiban zakat atas seorang muslim dalam budak dan kudanya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Lafal lain menyebutkan, “Kecuali zakat fitri pada budak.” dan “Tidak ada zakat pada budak, selain zakat fitrah”

Syarah hadits

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa Nabi shallallahu wa sallam menggugurkan kewajiban zakat dari apa yang disiapkan muslim untuk keperluan pribadinya dari budak dan kuda, sebab itu kepentingan dirinya bukan untuk dikembangkan, sementara dia bukan pula sesuatu yang dizakati secara zatnya, sehingga tidak bias diambil zakat darinya. Lafadz kedua mengisyaratkankepada kewajiban zakat fitrah pada budak. Ia bukan zakat perdagangan sehingga diwajibkan dalam setiap keadaan. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Dari Abu Said al-Khundri radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasululloh shallallahu wa sallam bersabda, “Tidak ada sedekah zakat pada yang kurang dari lima uqiyah, tidak ada sedekah yang kurang dari lima dzaud (ekor unta) dan tidak ada sedekah pada kurang dari lima wasaq.”

Syarah Hadits

Oleh karena zakat tidak diwajibkan atas orang kaya harta yang mungkin diambil sebagiannya, maka pembuat syariat memberi batasan bagi hal itu, dan para ahli ilmu menamainya “hisab”, dimana zakat tidaklah wajib sebelum mencapai ukuran tersebut. Pada hadits ini Abu Said Al-Khundri radhiallahu ‘anhu mengabarkan tentang yang dijadikan Nabi shallallahu wa sallam sebagai nisab bagi perek, unta dan buah-buahan. Beliau menetapkan nisab emas adalah lima uqiyah, nisab unta lima ekor, dan biji-bijian serta buah-buahan adalah lima wasaq. Tidak ada kewajiban zakat pada hal-hal yang disebutkan jik akurang dari itu. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »