Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Studi Akidah Islam’ Category

Memahami Makna Agama Islam Abu Mujahidah

MIMBAR HADITS

Dalam bahasa Indonesia, maksud dinul Islam adalah agama Islam. ad-Din diartikan agama. Sedangkan arti agama berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Sebutan agama jika tidak digandengkan dengan kata Islam mencakup seluruh agama, baik agama yang benar maupun yang batil. Di dunia ini, agama yang dianut oleh umat manusia cukup banyak. Di Indonesia saja, untuk saat ini ada enam agama yang diakui dan diridhai oleh pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha dan yang terbaru Konghuchu. (lebih…)

Read Full Post »

Mitos dan Khurafat Dalam Pandangan IslamIslam adalah agama yang mengagungkan kebenaran. Tolok ukur kebenaran dalam Islam yaitu bersumber dari wahyu Allah Ta’ala, baik dalam al-Qur’an maupun al-Sunnah. Islam juga mengagungkan ilmu dan mengharamkan berkata tanpa dasar ilmu yang benar.

Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 147:

﴿ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.(lebih…)

Read Full Post »

Rukun Islam Ada lima

Kita meyakini bahwa Islam dibangun di atas lima rukun: Syahadat Laa Ilaaha Illallaah (tiada tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah) dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadlan dan berhaji ke Baitullah.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Islam dibangun di atas lima perkara: Syahadat bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berhaji, dan berpuasa Ramadlan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) (lebih…)

Read Full Post »

Syahadat Muhammad Rasūlullah termasuk dalam cakupan syahadat Lā Ilāha Illallah, baik hakikat maupun pemahamannya. Namun dalam penggabungan antara syahadat Muhammad Rasūlullah setelah syahadat Lā Ilāha Illallah mempunyai kandungan hikmah dan makna yang sangat banyak, yaitu:

1. Mencintainya.

Ini merupakan pokok keimanan yang paling utama, karena seseorang tidak akan menjadi mukmin atau tidak akan sempurna imannya kecuali dengan men-cintainya.

Rasulullah sholallohu alaihi wasalam bersabda:

و الذي نفسي بيده لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده و والده و الناس أجمعين

“Demi jiwaku yang berada dalam genggaman tangan-Nya, tidaklah salah se-orang di antara kamu beriman hingga dia lebih mencintaiku dari pada cintanya kepada anaknya, orang tuanya dan kepada seluruh manusia sekalipun” (HR. al-Bukhāri dan Muslim.) (lebih…)

Read Full Post »

Pembatal Lā Ilāha Illallah adalah ingkar kepada Allah Ta’ala dan syirik kepada-Nya, di antara bentuknya adalah: 

1. Pengakuan adanya seorang makhluk selain Allah Ta’ala yang menciptakan, mem-berikan rizki, menghidupkan, mematikan dan mengatur segala urusan. Atau dengan istilah lain bahwa Allah Ta’ala mempunyai sekutu.

Allah Ta’ala berfirman:

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ

“Katakanlah: Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai ilah) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya” (QS. Saba’ (34): 22) (lebih…)

Read Full Post »

Syarat Syahadat

Syahadat Lā Ilāha Illallah memiliki syarat-syarat yang harus diketahui, di-pelajari dan diamalkan oleh setiap muslim. Berdasarkan kajian yang mendalam ter-hadap al-Kitab dan al-Sunnah, syarat-syarat tersebut adalah:

1. al-‘Ilm (mengetahui).

Allah Ta’ala berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (Yang Haq) melainkan Allah” (QS. Muham-mad (47): 19) (lebih…)

Read Full Post »

Hakikat dan makna syahadat mencakup beberapa makna yang saling berkaitan, di antaranya:

1. Mengesakan Allah Ta’ala dalam ibadah, di antaranya adalah dengan taqarrub (men-dekatkan diri) dan berdoa hanya kepada-Nya.

Allah  Ta’ala berfirman:

“Katakanlah: Sesungguhnya aku hanya menyembah Rabbku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya” (QS. al-Jin (72): 20)

“Katakanlah: Jikalau ada ilah-ilah di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya ilah-ilah itu mencari jalan kepada (Rabb) Yang mempunyai ‘Arsy” (QS. al-Isrā’ (17): 42) (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »