Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Mutiara Hadits’ Category

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Seorang ayah dan ibu harus selalu mendidik putra putrinya untuk bertakwa kepada Alloh Ta’ala di manapun berada. Di masjid, di rumah, di sekolah, di pasar atau di mana saja. Karena ketakwaan adalah satu-satunya sumber kebahagiaan hakiki bagi manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Bertakwa artinya melaksanakan segala perintah Alloh Ta’ala semaksimal mungkin seperti wudhu, sholat, dzikir, silaturahim, bersedekah dan lainnya. juga meninggalkan kemaksiatan kepada Alloh Ta’ala seperti tidak berzina, tidak mencuri, tidak mabuk-mabukan, tidak memalak orang, tidak memukul kawan dan lainnya.

Agar anak-anak bertakwa kepada Alloh Ta’ala, orang tua harus mengajarkan ilmu syariat islam sebanyak-banyaknya. Tata cara wudhu, sholat, sedekah dan lainnya. Namun, selain tata cara ibadah ini yang harus diajarkan, ada hal lain yang paling penting untuk diajarkan kepada anak-anak, yaitu mengajarkan anak tentang Alloh Ta’ala.

Seorang muslim harus mengetahui siapa Alloh Ta’ala, di mana Dia, dan apa saja sifat-sifat-Nya. Alloh Ta’ala adalah Pencipta, Pemilik dan Pengatur seluruh Alloh Ta’ala, hal ini dikabarkan oleh Alloh Ta’ala dalam surat al-Fatihah dalam kata “Robbul’alamin”, dan Alloh Ta’ala berada di atas ‘Arsy, yang dikabarkan langsung olehnya dalam surat Thoha ayat lima “Alloh Ta’ala yang Maha Pengasih berada di atas Arsy”. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Seseorang di antara kalian tidak beriman sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadis ini menerangkan tentang pentingnya saling mencintai sesama muslim dan satu nasihat agar seorang muslim memiliki sifat itsar atau mendahulukan kepentingan mukmin yang lain dalam masalah keduniaan.

Dalam kitab Ikmalul Mu’allim Syarh Shohih Muslim, al-Qodi ‘Iyad menerangkan bahwa makna hadis ini adalah “Tidak sempurna iman seorang mukmin sehingga ia mencintai kaum mukminin yang lain dengan tidak menyakiti mereka, tidak menghina mereka, mencintai kebaikan yang mereka dapatkan, dan menghilangkan keburukan yang mereka alami.  (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Alloh Ta’ala Maha Mendengar setiap kata yang terucap dan melihat setiap tubuh yang bergerak. Semua diketahui oleh Alloh Ta’ala dengan pasti, karena Dia Maha Melihat dan Maha Mendengar. Gerak gerik, tutur kata, dan besitan hati semuanya tidak luput dari pantauan Alloh Ta’ala yang mengawasi. Alloh Ta’ala berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Alloh dan Dia yang Maha mendengar serta Maha Melihat.” (QS. asy-Syuro [42]: 11)

Ucapan lisan, amalan anggota badan, dan hati seseorang senantiasa diperhatikan oleh Alloh Ta’ala untuk dinilai. Setelah diadakan penilaian, maka Alloh Ta’ala  akan memberikan balasan kebaikan untuk mereka yang bernilai baik dan keburukan untuk mereka yang bernilai buruk. (lebih…)

Read Full Post »

MIMBAR HADITS

MIMBAR HADITS

Ukhuwwah Islamiyah adalah persaudaraan yang dibangun di atas Islam. Ukhuwwah seperti ini sangat penting dimiliki oleh setiap muslim dan muslimah. Jika sesama muslim saling mencinta karena Alloh Ta’ala, maka akan timbul sikap saling tolong menolong dan saling memberi manfaat. Bukan hanya di dunia akan tetapi sikap ini pun akan dibawa ke akhirat ketika setiap muslim berusaha memberikan syafaat untuk yang lainnya.

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, dia tidak boleh menzholiminya dan tidak boleh menyerahkan kepada musuhnya. Siapa saja yang membantu kebutuhan seorang muslim, maka Alloh akan membantu kebutuhannya, siapa saja yang melapangkan kesukaran seorang muslim, maka Alloh akan melapangkan kesukarannya pada hari kiamat. Siapa saja yang menutup aib seorang muslim, maka Alloh akan menutup aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhori) (lebih…)

Read Full Post »

Gampang Meminta Ga Punya Muka Abu MujahidahIslam adalah syariat Ilahi yang menaungi pemeluknya dengan naungan keadilan dan keindahan. Tidak ada seorang pun yang berada di bawah naungan Islam kecuali dia akan merasakan kesejukan dalam kehidupannya.

Islam telah memerintahkan umatnya untuk senantiasa memperhatikan saudara-saudara seiman mereka. Agar jangan sampai ada satu individu muslim yang mempunyai kelebihan harta bersikap cuek terhadap keadaan muslim lain yang kekurangan harta, dan agar tidak ada seorang muslim yang mempunyai kekuatan bersikap cuek terhadap muslim lainnya yang lemah dan membutuhkan pertolongan. (lebih…)

Read Full Post »

Kejujuran Sumber Kemujuran Abu MujahidahRosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

“Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan itu akan mengantarkan pelakunya kepada surga. Sesungguhnya seseorang ketika senantiasa bersifat jujur maka akan dicatat di sisi Alloh sebagai seorang yang jujur. Adapun kedustaan akan mengantarkan kepada keburukan dan keburukan itu akan mengantarkan pelakunya kepada neraka. Sesungguhnya seseorang ketika senantiasa berdusta maka akan dicatat di sisi Alloh sebagai seorang pendusta.” (HR. Bukhori dan Muslim) (lebih…)

Read Full Post »

Memanfaatkan yang Lima Sebelum Datang yang Lima Abu MujahidahRosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ, شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ, وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ, وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ, وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغُلُكَ, وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima waktu sebelum datang lima waktu yang lain. Waktu sehatmu sebelum sakit, waktu kayamu sebelum fakir, waktu luangmu sebelum sibuk, dan waktu hidupmu sebelum mati.” (HR. Hakim, disohihkan adz-Dzahabi) (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »